Cerita Yusuf dan Paceklik Firaun

Home / cerita / Cerita Yusuf dan Paceklik Firaun

Waktu kakek saya masih hidup, sebelum tidur saya mendapat bonus cerita pengantar tidur. Sebelum bercerita dia mengambil sebuah buku lusuh beraksara Arab, membacanya sebentar, untuk menghafal detail cerita. Salah satu favorit saya adalah cerita tentang Yusuf, nabi kesebelas dalam agama Islam yang hidup di Mesir pada tahun (1745-1635) sebelum Masehi. Orang menyebut raja Mesir adalah Firaun. Tetapi masalahnya Firaun itu ada ber-macam2 nama sesuai zamannya. Waktu Nabi Musa (1527-1408 SM) hidup, nama Firaun-nya adalah Ramses II. Tetapi waktu Yusuf, siapa nama Firaun-nya, kurang jelas. Kalau dicocokkan dengan data base Petrie Museum of Egyptian Archaeology, maka kemungkinan besar Yusuf hidup di zaman Firaun Merneferre.
Kakek saya menggambarkan Yusuf sebagai nabi yang cakep, mungkin kalau zaman sekarang dia mirip Brad Pitt atau George Clooney. Pastinya nabi Yusuf sangat tidak mirip dengan Sutan Bathoegana, politikus Demokrat itu. Sementara di Jawa Barat kalau ada anak bernama Yusuf memanggilnya akan diplesetkan menjadi Ucup, kasihan – jadi terkesan kampungan. Padahal si Ucup itu pasti ganteng sekali, seperti Rhoma Irama. Ayah Yusuf adalah seorang Yahudi bernama Yakub, punya 12 anak, tinggal di Suriah. Karena gantengnya, – dan juga Yusuf adalah putra kesayangan Yakub – saudara2 Yusuf yang berjumlah 11 orang itu iri hati, kemudian membuang dia ke sumur.
Nasib baik, Yusuf diselamatkan oleh rombongan dagang yang sedang mengaso di Oase tempat Yusuf tercebur. Kemudian Yusuf dibawa pulang oleh rombongan itu ke Mesir dan selanjutnya dijual sebagai budak dengan harga obral. Beruntung Yusuf diambil oleh keluarga Futhifar, seorang Menhankam di kerajaan Mesir, untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Istilahnya bukan TKI, tetapi TKS (Tenaga Kerja Suriah).
Yusuf pandai dan rajin bekerja. Karenanya dia disayang seisi rumah Futhifar. Bagi Yusuf hidup di rumah Futhifar adalah suatu karunia karena makan dan tidur terjamin serta terbebas dari gangguan saudara2nya yang jail itu. Setelah ber-tahun2 hidup disana, Yusuf semakin dewasa dan terlihat semakin gagah dan tampan. Kegantengan Yusuf menjadi buah bibir tetangga2 Futhifar, baik bagi remaja putri maupun ibu2. Dan tidak dinyana, istri Futhifar yang bernama Zulaikha ikut naksir juga. Tante Zulaikha mungkin karena kurang dijamah oleh suaminya, berusaha menarik perhatian Yusuf. Namun Yusuf cuek saja, tidak mau melayani tante Zulaikha. Padahal Zulaikha sudah make over penampilan habis2an, termasuk mengikuti senam pilates yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita kerajaan Mesir.
Mengingat Yusuf tetap emoh melayani tante Zulaikha walaupun dia merayunya setiap malam, akhirnya tante melaporkan Yusuf kepada suaminya. Zulaikha memfitnah Yusuf ingin memperkosanya. Mengingat Futhifar seorang Menhankam, maka sangat mudah baginya untuk memenjarakan Yusuf tanpa proses pengadilan. Alhasil Yusuf kemudian dipenjara.
Selain ganteng, Yusuf juga dikaruniai bakat menerjemahkan mimpi. Zaman dulu karena koran dan infotainment belum ada, orang suka membahas dan mendiskusikan mimpi sebagai bahan obrolan. Dan Yusuf dalam penjara itu dikenal piawai untuk menafsir mimpi dari kawan2nya sesama narapidana. Dahulu mimpi itu masuk bagian yang penting dalam kehidupan, kalau sekarang mimpi cuma dianggap bunga tidur belaka. Ada 250 juta penduduk Indonesia yang mimpi jadi milyuner tetapi belum2 juga kesampean, tetapi mereka tidak masalah. Besok malam mimpi yang sama disambung lagi tanpa follow-up.
Pada suatu hari, Firaun mengumpulkan para pembesar, penasihat dan cendekiawan untuk menafsir mimpi yang telah merungsingkan dan menakutkannya. Firaun itu bermimpi melihat tujuh ekor lembu gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu yang kurus-kurus. Dia juga melihat dalam mimpinya ada tujuh tangkai gandum hijau di samping tujuh tangkai yang lain kering sekali.
Tiada siapapun yang dapat memberikan tafsiran bagi mimpi Firaun bahkan sebagian mereka menganggapnya hanyalah mimpi kosong yang tidak berarti dan menganjurkan Firaun agar melupakan saja mimpinya itu. Pelayan Firaun, pemuda yang pernah berjumpa Yusuf di dalam penjara, teringat akan kepiawaian Yusuf menafsir mimpi. Lalu dia memberanikan diri untuk menghampiri Firaun menganjurkan agar Firaun merujuk kepada Yusuf.
Dengan izin Firaun, pelayan tersebut mengunjungi Nabi Yusuf di dalam penjara dan menceritakan apa yang berlaku dalam kisah mimpi Firaun dan jawaban penasihat Firaun. Dia mengatakan kepada Yusuf jika Firaun dapat dipuaskan dengan tafsir mimpinya, berkemungkinan Yusuf akan dikeluarkan dari penjara setelah bertahun lamanya.
Yusuf menjawab: “Hendaklah kamu menanam bersungguh-sungguh selama tujuh tahun berturut-turut, kemudian apa yang kamu tuai biarkanlah dia pada tangkai-tangkainya; kecuali sedikit dari bagian yang kamu jadikan untuk makan. Kemudian akan datang selepas periode itu, tujuh tahun kemarau yang besar, yang akan menghabiskan makanan yang kamu sudah siapkan; sedikit bagian dari makanan yang disimpan itu agar dijadikan benih. Kemudian akan datang pula sesudah itu tahun yang penuh rahmat hujan, sehingga mereka dapat memanen (hasil gandum, anggur, zaitun dan sebagainya)”. [al-Quran 12:47-49]
Yusuf yang sudah cukup derita hidup sebagai orang yang tidak berdosa enggan keluar dari penjara sebelum kasusnya dengan isteri Menhankam diselesaikan terlebih dahulu dan fitnah yang dituduhkan kepadanya dibersihkan. Yusuf ingin keluar dari penjara sebagai orang yang bersih.
Firaun yang sudah banyak mendengar tentang cerita Yusuf dan terkesan oleh tafsir mimpi baginda, membantunya. Lalu Firaun mengeluarkan titah untuk mengumpulkan para wanita anggota Dharma Wanita Mesir untuk memberikan kesaksian. Mereka menceritakan tentang apa yang mereka lihat dan alami dan mengatakan Yusuf adalah seorang yang jujur, dan bersih. Zulaikha pula mengaku dialah yang bersalah. Hasil pertemuan itu diumumkan ke seluruh lapisan masyarakat dan atas perintah Firaun, Yusuf dikeluarkan dari penjara secara hormat dan bersih dari segala tuduhan.
Kecerdasan, pengetahuan, kesabaran, kejujuran, keramahan dan akhlak serta budi pekerti Yusuf membuat Firaun terfikir untuk menjadikannya sebagai Asisten dalam memimpin negara dan rakyat. Maka, Yusuf ditawarkan untuk tinggal di istana dan mewakili Firaun menyelenggarakan pemerintahan dan pengurusan negara serta memimpin rakyat Mesir yang diramalkan akan menghadapi masa-masa sukar dan sulit itu.
Yusuf tidak menolak tawaran Firaun itu. Dia meminta agar diberi kekuasaan untuk mengurus perbendaharaan (keuangan negara, distribusi dan logistik). Pada hari penobatan yang dihadiri oleh para pembesar dan bangsawan, Yusuf diangkat sebagai Menko Ekuin yang juga membawahi Kabulog, dengan prosesi mengenakan pakaian kerajaan dan hiasan yang mewah.
Kemudian, Firaun berkenan untuk mengawinkan Yusuf dengan Zulaikha, janda majikannya yang telah mati ketika Yusuf masih dalam penjara. Tante Zulaikha yang masih cantik dan sexy itu sangat bersenang hati karena CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali).
Dalam masa tujuh tahun pertama Yusuf menjalankan pemerintahan di Mesir, rakyat merasakan hidup tenteram, aman dan sejahtera. Barang-barang keperluan untuk hidup semua tersedia tanpa adanya kenaikan harga, tidak terkecuali kayu bakar untuk masak (waktu itu BBG – LPG belum ada). Yusuf juga tidak lupa peringatan yang terkandung dalam mimpi Firaun, lalu mempersiapkan gudang bagi penyimpanan makanan untuk musim kemarau yang bakal tiba. Maka, musim kemarau telah dilalui tanpa kesulitan.
Perencanaan keuangan bisa dibilang ilmu baru di Indonesia yang mulai dipraktekkan pada akhir 1990-an atau awal 2000-an. Di negara-negara maju, justru telah populer sejak puluhan tahun sebelumnya. Sejatinya, ilmu perencanaan keuangan sudah dipraktekkan ribuan tahun silam. Di antara bukti sejarahnya, kisah Nabi Yusuf yang membuat dan mempraktekkan strategi menghadapi masa paceklik. Banyak orang yang telah diminta pendapat mengenai arti mimpi Firaun. Tapi hanya Yusuf yang bisa memberi tahu maknanya. Katanya seperti tersirat dalam sejarah, akan datang 7 tahun masa panen, yang kemudian diikuti 7 tahun masa paceklik. Setelah itu, masa subur Mesir akan kembali.
Seperti kita tahu, sejak zaman dahulu kala, pertanian Mesir sangat bergantung pada Sungai Nil. Jika sungai mengalirkan airnya dengan baik, wilayah Mesir subur dan hasil panennya melimpah. Tapi, bukan tidak mungkin Sungai Nil mengering atau bahkan meluap. Selain membuat prakiraan kondisi di masa depan, Yusuf juga memberikan solusinya. Mengingat 7 tahun masa panen diikuti 7 tahun masa paceklik, hendaknya kita menyimpan hasil panen tetap dalam bulirnya sebagai cadangan saat paceklik tiba.
Sejarah membuktikan, walaupun menghadapi masa paceklik, rakyat Mesir tetap Makmur lantaran ada yang disimpan dari hasil panen sebelumnya. Sampai rakyat dari negeri tetangga yang kelaparan pun meminta bantuan mereka. Bagi kita yang hidup di zaman sekarang, masa panen adalah masa produktif bekerja atau berbisnis. Masa pacekliknya, yaitu pada saat terjadi perubahan ekonomi dunia. Hendaknya kita juga menyimpan hasil panen saat ini untuk menghadapi masa paceklik nanti.
Menariknya dari perkataan Yusuf adalah agar tetap menyimpan hasil panen dalam bulirnya, kecuali sedikit untuk dimakan. Saya mendapatkan kesan dari ayat ini bahwa hasil produksi kita sekarang seharusnya disimpan terlebih dahulu kecuali sedikit yang dikonsumsi. Bukannya dibelanjakan dulu, jika ada sisa lalu disimpan. Terinspirasi dari kisah ini, saya menggunakan istilah “saving dulu, baru shopping”. Model belanja dulu kemudian menyimpan, ternyata tidak efektif.
Hal kedua yang menarik dalam pernyataan Yusuf, yaitu panen 7 tahun dan paceklik 7 tahun. Secara logika matematika, mestinya separuh disimpan dan separuh dimakan bisa mencukupi. Tapi Yusuf memerintahkan untuk makan sedikit saja, atau kurang dari setengah. Kenapa?
Nilai gandum memang tidak akan berkurang jika disimpan dalam bulirnya. Tapi, jumlah penduduk Mesir tentu bertambah banyak selama 7 tahun tersebut. Maka diperlukan jumlah gandum yang lebih besar untuk memberi makan rakyat di masa depan. Dalam konteks kehidupan sekarang, ini yang kita sebut sebagai inflasi. Nominal uang yang kita simpan mungkin tetap atau bertambah, tapi harga-harga bertambah mahal. Maka strategi yang bisa kita tiru adalah memperkecil konsumsi, perbesar investasi.
Tanpa harus punya keahlian membaca mimpi seperti Yusuf, kita sudah tahu bahwa harga-harga naik di masa depan. Kita sudah faham kebutuhan bertambah besar seiring perkembangan jumlah penduduk. Kita pun mafhum akan menghadapi masa tidak produktif saat terjadi krisis ekonomi global. Bank Indonesia (BI) mencatat, sejak tahun 2011 hingga kuartal II tahun 2013 sudah terjadi delapan kuartal defisit transaksi. Indonesia terakhir kali alami defisit transaksi berjala pada tahun 2004. Jadi sejak 2005 sampai 2010 neraca kita positif terus, disitulah saatnya kita menyimpan. Kalau waktu itu kita disiplin menyimpan devisa, niscaya di masa sulit begini kita masih mempunyai kelegaan dalam mengelola beban Keuangan negara.
Saat ini defisit transaksi berjalan lebih disebabkan karena struktur internal ekonomi kita yang rapuh dan juga disebabkan adanya faktor eksternal, yaitu pelemahan ekonomi di China – pelemahan ekonomi China menyebabkan ekspor Indonesia melambat. Di sisi lain, karena kelangkaan pangan dan energi dunia, menyebabkan harga2 ikut naik, sementara negeri kita adalah pengimpor makanan, minyak dan gas. Karena uang tidak ada terpaksa Pertamina menaikkan harga BBG agar subsidi bisa dikurangi. Dan sebagaimana kita ketahui, akhirnya masyarakat marah. Di saat seperti inilah, terasa SBY sudah membutuhkan Nabi Yusuf sejak 10 tahun yang lalu.
(Rumah69.com)
Sumber : Tulisan Unik Syakieb Sungkar di Salah Satu Sosmed

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *